Kelimpahan mikroplastik di air permukaan Surabaya dapat mengganggu keberlangsungan kehidupan ekosistem sungai dan berdampak buruk bagi manusia. Karena sebagian besar air baku yang digunakan masyarakat Surabaya berasal dari air permukaan. Mikroplastik yang berukuran kurang dari 5µm mengandung bahan kimia berbahaya seperti Polikrolin Binefil (PCB) dan bersifat toksik. Mikroplastik dapat membawa logam berat dan juga beberapa mikroorganisme patogen yang menempel pada badan mikroplastik, hal tersebut dapat dimungkinkan akan masuk kedalam peredaran darah dan menginfeksi tubuh. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar mikroplastik adalah dengan menggunakan elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan proses penggumpalan dan pengendapan partikel-partikel halus yang terdapat di air dengan menggunakan energi listrik. Mikroplastik yang terkandung dalam air tersisihkan melalui proses flokulasi dan pengendapan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penurunan kadar mikroplastik menggunakan elektrokoagulasi dengan variasi jarak antar elektroda dan waktu detensi. Variasi jarak antar elektroda yang digunakan adalah 1,5 cm; 2 cm; 3cm; dan 5 cm. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa untuk menurunkan kadar mikroplastik dalam sampel air permukaan jarak antar elektroda yang paling efektif adalah 3 cm dengan penurunan kadar mikroplastik sebesar 89%.
Copyrights © 2021