Kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah cair domestik merupakan harapan dan bagian dari terwujudnya kondisi lingkungan yang mampu mendukung kehidupan sosial dan ekonomi. Kesadaran yang dimiliki oleh masyarakat harus disertai dengan kebiasaan untuk melakukan pengelolaan limbah cair di masing-masing rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian antara kesadaran masyarakat dan praktik atau perilakunya dalam menangani limbah cair di rumah. Kesadaran masyarakat diukur menjadi tingkat kepentingan sedangkan perilaku atau praktik masyarakat dalam penanganan limbah cair, diukur dalam tingkat kinerja. Peringkat ditentukan berdasarkan skala likert yang kemudian akan diplot dalam kuadran-kuadran Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian dilakukan di Kelurahan Cihapit, Kota Bandung yang mewakili rumah tangga di kota besar dengan tingkat sosial menengah ke atas. Masyarakat Kelurahan Cihapit sudah memiliki kesadaran yang baik dan kebiasaan mendukung. Sebagian besar rumah tangga sudah memiliki sistem drainase terpisah untuk pengelolaan limbah cair dari kamar mandi dan menggunakan air secara efektif dalam kegiatan mencuci pakaian sehingga meminimalkan limbah cair bekas cuci pakaian. Kegiatan yang perlu diprioritaskan adalah pemeliharaan saluran pembuangan secara berkala, perbaikan saluran drainase yang rusak dan pembuatan biopori dan halaman rumah. Responden menyatakan tahu tentang pengelolaan air limbah sebanyak 62%, sedangkan 28% sekedar pernah mendengar dan 10% mengaku tidak tahu.
Copyrights © 2023