Stunting adalah masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan panjang badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Anak yang menderita stunting lebih rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa berisiko mengidap penyakit degeneratif. Dampak stunting juga mempengaruhi kecerdasan anak yang akhirnya mempengaruhi tingkat pengembangan SDM di Indonesia. Faktor resiko stunting terkait Faktor Hereditary memainkan peran utama sebanyak 80%. Peneliti sajikan hasilnya dalam ringkasan naratif, biasanya digunakan dalam tinjauan sistematis. Untuk mengidentifikasi determinan stunting anak di dunia berdasarkan studi molekuler, kami lakukan pencarian kata kunci di PubMed, PubMed Central (PMC), dan Web of Ilmu. Untuk PubMed dan PMC. Masih tingginya kasus stunting di Indonesia dikaitkan dengan masih rendahnya penelitian stunting ke arah biologi molekuler, diharapakan adanya penatalaksanaan dalam penurunan percepatan stunting kearah preventif medice melalui pendekatan biologi molekuer. Perlu penelitian lebih lanjut terkait dengan faktor herditas, genetik, dan protein lain sebagai biomarker stunting dan adanya pengaruh defisiensi hormon pertumbuhan yang lebih besar berkontribusi pada kejadian stunting.
Copyrights © 2023