Penelitian berangkat setidaknya dari dua latar belakang. Pertama, elit agama masih mempunyai peran penting dalam suatu komunitas, tidak terkecuali kiai langgar di Desa Denasri Kulon Batang sebagai elit agama di perkampungan. Mereka dalam bidang tertentu masih menjadi referensi bagi masyarakat, khususnya di bidang agama. Kedua, teori yang diyakini banyak pihak adalah bahwa perilaku rasional-instrumental akan sangat dominan di dunia modern. Namun apakah perilaku ekonomi para kiai langgar yang nota bene lebih “melek agama” dan menjadi referensi banyak pihak, juga hanya didasarkan pada kalkulasi ekonomi yang bernafaskan rasional-instrumental. Berangkat dari dua hal tersebut tulisan berupaya mendekripsikan perilaku ekonomi kiai langgar terhadap bank syariah yang melekat pada setting sosial yang melitarinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data diperoleh langsung dari nara sumber di lapangan (library research) yang berlokasi di Desa Denasri Kulon Kabupaten Batang. Nara sumber yang dipilih menggunakan metode purpossive sampling dengan beberapa kriteria tertentu agar mendapatkan data yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik interview yang dilengkapi dengan observasi di lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Epoche yang dilakukan peneliti menggunakan dua metode, yaitu method of historical bracketing dan method of of eiditic reduction. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku ekonomi kiai langgar terhadap bank syariah bukan hanya sekedar sebuah perilaku ekonomi an sich yang didasarkan pada kalkulasi rasional semata. Perilaku mereka terlekat (embedded) pada berbagai variabel non-ekonomi, antara lain nilai-nilai agama, nilai-nilai sosial dan jaringan sosial.
Copyrights © 2023