Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pembentukan karakter kritis dan kreatif mahasiswa melalui perkuliahan kritik sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dimana kulitatif adalah metode riset yang sifatnya memberikan penjelasan dengan menggunakan analisis. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan juga pembuatan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra sebagai media katarsis dalam pembelajaran sastra dapat dimanfaatkan secara reseptif (bersifat menerima) dan ekspresif (kemampuan mengungkapkan) dalam pendidikan karakter. Pembelajaran sastra diarahkan pada tumbuhnya sikap apresiatif terhadap karya sastra, yaitu sikap menghargai karya sastra. Dalam pembelajaran sastra ditanamkan tentang pengetahuan karya sastra (kognitif), ditumbuhkan kecintaan terhadap karya sastra (afektif), dan dilatih keterampilan menghasilkan karya sastra (psikomotor). Pada kegiatan perkuliahan kritik sastra akan mengolah pikiran, perasaan dan kemampuan motorik dan juga dilatih dan dikembangkan. Melalui kegiatan semacam itu pikiran menjadi kritis, perasaan menjadi peka dan halus, kemampuan motorik terlatih. Semua itu merupakan modal dasar yang sangat berarti dalam pengembangan pendidikan karakter.
Copyrights © 2023