Krisis pangan menjadi suatu bencana yangmulai mengancam Indonesia. Pertumbuhanpenduduk yang tidak sebanding dengan produksibahan pangan menjadi isu yang harus segera diatasinegara. Faktor eksternal seperti iklim dan kebutuhanpokok lain dari penduduk turut mendukung semakinberkurangnya jumlah bahan baku pangan diIndonesia. Melihat kondisi ini, dicetuskan rencanaperancangan fasilitas pertanian perkotaan untuktanaman pangan. Fasilitas ini diharapkan mampumenunjang produksi bahan baku pangan diIndonesia. Fungsi ini juga menarik dijadikanfasilitas edukasi bagi generasi muda dan mahasiswayang berminat pada bidang pertanian. Dalam prosesperancangan fasilitas ini digunakan pendekatanbioklimatik. Pendekatan bioklimatik yang berfokuspada desain yang responsif terhadap iklim.Pengaturan elemen alami seperti radiasi, cahayamatahari, dan pergerakan angin diharapkan mampumengatur temperatur dan tingkat kelembaban sesuaiyang dibutuhkan tanaman. Hal ini diwujudkandengan bentukan bangunan yang didesain agarmampu meneruskan cahaya matahari semaksimalmungkin. Upaya ini dicapai melalui aksis bangunan,pemecahan massa, bentukan berundak, sertakemiringan fasad dan material fasad yang transparandilengkapi celah agar sirkulasi udara tetap berjalanoptimal. Penataan peletakkan tanaman dan sirkulasipengunjung didesain agar kedua subjek bangunanmencapai kenyamanan.
Copyrights © 2023