Fenomena Tunjungan Fashion Week menjadi isubagi pengguna jalan, namun keberadaannyadidukung oleh Pemerintah Surabaya. Denganadanya arahan dari pemerintah untukmemindahkan aktivitas fashion show kepedestrian, para pejalan kaki kehilangan ruangsirkulasi. Fenomena ini juga menunjukkanbanyaknya jumlah penghobi busana yang ada diSurabaya dan perlu ruang untuk beraktivitas.Penghobi busana meliputi perancang busana yangmemiliki alur kerja khusus dan membutuhkanruang-ruang yang spesifik. Dengan melihatkebutuhan yang ada, diperlukan sebuah ruangkhusus bagi para penghobi busana, termasukperancang busana, untuk mewadahi aktivitas,serta untuk mengedukasi masyarakat dengan caramemamerkan hasil karya mereka.Fasilitas Komunitas Busana di Jalan TunjunganSurabaya bertujuan untuk mengakomodasikebutuhan penghobi busana dan perancangbusana. Masalah utama yang dihadapi dalamperancangan ini adalah konteks tapak yang beradadi tengah kota dan kompleksnya sirkulasi antarkelompok pengguna, sehingga diperlukanpendekatan urban dan sistem sirkulasi untukmenyelesaikannya. Dalam penyelesaian masalahyang ada, pendekatan desain yang akan dilakukanadalah pendekatan urban dan sistem sirkulasimenggunakan teori dari Kevin Lynch dan teoridari Francis D.K. Ching.
Copyrights © 2023