eDimensi Arsitektur Petra
Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023

Fasilitas Wisata Pembuatan Kain Tenun di Atambua, NTT

Catherine Leonora Tjandra (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jul 2023

Abstract

Indonesia terkenal memiliki banyak budaya dankaya akan keberagaman. Keberagamanditunjukkan dengan banyaknya suku, Bahasa, danberbagai jenis pakaian adat berdasarkandaerahnya. Bahan dalam pembuatan pakaian adatyang cukup terkenal adalah kain batik dan kaintenun. Motif dari kain tenun memiliki makna yangcukup kuat dan sangat mempengaruhi kehidupanadat dan diwariskan secara turun temurun, salahsatunya adalah moif kain tenun Atambua yangdikenal dengan sebutan Tais Belu. Dalamperkembangannya, motif dari Tais Belu mulaimengalami perubahan dan penggunaan lambangatau unsur spritual mulai tidak sesuai sebagaimanafungsi aslinya. Selain itu, generasi muda mulaiberpikir hal yang lebih praktis dan modern tanpamemikirkan fungsi dan nilai sebenarnya yangterkandung didalam sehelai kain tenun. Bagimereka kain tenun hanya sebatas kain biasa yangdiwariskan turun temurun oleh nenek moyangmereka. Generasi muda juga menilai bahwa kaintenun ini hanya digunakan sebagai pakaian khasketika menghadiri acara-acara adat dan jugasebagai ungkapan belasungkawa saat adakematian. Oleh karena itu, dibutuhkan fasilitasyang dapat mengakomodasi kegiatan menenunsehingga dapat menarik generasi muda untuk maubelajar dan meneruskan budaya tenun agar tidakpunah. Selain itu, diharapkan dengan adanyafasilitas ini dapat menjadi wadah untukmengenalkan kepada wisatawan luar mengenaisalah satu kearifan lokal kota Atambua yaitu kaintenun. Untuk menambah pengalaman wisatawan,fasilitas dibangun dengan mengadaptasi rumahadat daerah setempat dan juga menciptakanbangunan hematan energi dengan menerapkanpencahayaan dan penghawaan alami.

Copyrights © 2023