eDimensi Arsitektur Petra
Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023

Fasilitas Terapi Anak Penderita Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) di Surabaya

Amelia Amelia (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jul 2023

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota kedua terbesardi Indonesia sehingga memiliki jumlah anak yangbanyak. Terdapat 8,3 juta anak yang memiliki gangguanpemusatan perhatian dan hiperaktivitas di Indonesia. Halini berdampak atas pemenuhan penyediaan fasilitas yangcukup dan memadai bagi anak-anak berkebutuhankhusus, khususnya disini yaitu anak GPPH di Surabaya.Kurangnya pengetahuan akan GPPH di Indonesia jugamenjadi permasalahan sehingga anak-anak dengan GPPHseringkali tidak mendapatkan penanganan yang baik.Selain itu, diperlukan fasilitas layak yang dapatmembantu pengguna baik secara perawatan maupundengan desain lingkungan yang menenangkanmenggunakan elemen-elemen arsitektur. Karenakarakteristik anak GPPH, maka juga diperlukan adanyapemisahan antara area dengan fungsi untuk pengeluaranenergi dan area yang lebih privat. Untuk menjawabpermasalahan tersebut, digunakan pendekatan Healingarchitecture. Hal ini dikarenakan pendekatan iniberhubungan erat dengan kebutuhan karakteristik anakGPPH serta dengan fokus fasilitas sebagai fasilitaskesehatan dan penyembuhan. Fasilitas ini didesaindengan intensi pemberian suasana yang menenangkan,pemberian view ke alam, penggunaan pencahayaan alamiserta material yang alami. Karakteristik anak GPPHserta pemisahan zona antara zona tenang dan zona yanglebih ramai.

Copyrights © 2023