eDimensi Arsitektur Petra
Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023

Fasilitas Wisata Edukasi Cokelat di Surabaya

Josephine Nathania Handoko (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jul 2023

Abstract

Cokelat merupakan makanan yang seringdijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Cokelatberasal dari biji kakao yang dipanen lalu diproseshingga menjadi cokelat batang. Indonesiamerupakan negara penghasil kakao terbesar ketigadi dunia. Namun, tingkat konsumsi cokelat diIndonesia masih sangat rendah jika dibandingkandengan negara - negara Eropa, yang memilikitingkat produksi kakao yang lebih rendah daripadaIndonesia. Salah satu penyebab dari terjadinya halini yaitu adanya stereotip dan pandangan burukterhadap konsumsi cokelat. Banyak orangmemiliki asumsi bahwa mengkonsumsi cokelatakan memberi dampak buruk kepada kesehatan.Perancangan Fasilitas Wisata Edukasi Cokelat diSurabaya hadir sebagai solusi, yaitu untukmemberikan edukasi secara masif mengenai prosespembuatan cokelat serta manfaatnya. Fasilitas inimemiliki tujuan akhir meningkatkan potensipemanfaatan dan tingkat konsumsi cokelat didalam negeri. Permasalahan yang diangkat adalahkeinginan untuk menciptakan sebuah fasilitaswisata edukasi yang mengutamakan pengalamanpengunjung. Oleh karena itu, perancangan fasilitasini menggunakan pendekatan spasial dansekuensial, yang mana karakter ruang serta alurpengunjung diperhatikan untuk memberikanpengalaman edukasi yang interaktif. Untukmewujudkan pengalaman tersebut, maka konsep“multisensory architecture” diterapkan padasetiap ruang, diantaranya yaitu exhibition, danworkshop sebagai fungsi utama dan dining sebagaifungsi pendukung.

Copyrights © 2023