Kemajuan teknologi dalam bidang industri perkapalan mendorong permintaan kebutuhan bahan konvensional seperti logam, kayu dan bahan sintetis untuk mendapatkan material kontruksi yang baik.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik, tekuk, impak dari material komposit serat bambu petung dengan pengaruh penambahan bahan kimia H2O2, KMnO4, dan NaOH. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengujian tarik, tekuk dan impak terhadap material komposit untuk dibandingkan dengan peryaratan yang ditetapkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Hasil yang diperoleh untuk kekuatan tarik laminasi bambu petung yang paling tinggi terdapat pada spesimen dengan penambahan zat kimia H2O2, dengan kuat tarik rata- rata sebesar 151.30Mpa. Pengujian kekuatan tekuk yang paling tinggi terdapat pada spesimen dengan penambahan zat kimia H2O2 yaitu sebesar 269.54 Mpa. Nilai pengujian impak juga berbanding lurus dengan nilai pengujian tarik dimana spesimen dengan penambahan H2O2 memiliki kuat impak tertinggi yaitu sebesar 142.25 kJ/ Komposit berpenguat serat bambu petung dengan dengan matriks epoxy dapat digunakan sebagai material kulit kapal karena telah memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan oleh BKI.
Copyrights © 2023