Prosedur pembedahan mempunyai kapasitas untuk menghadirkan potensi atau potensi bahaya terhadap kesejahteraan individu secara keseluruhan, yang mengarah pada respons stres fisiologis dan psikologis. Respons psikologis dapat menimbulkan banyak keadaan emosional, seperti kekhawatiran, ketegangan, ketakutan, dan stres, dalam diri seseorang. Terapi murottal merupakan intervensi tambahan nonfarmakologis yang berpotensi memitigasi dan menghilangkan gejala kecemasan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kecemasan pasien sebelum operasi transurethral reseksi prostat (TURP), yaitu yang menjalani anestesi tulang belakang, dan untuk mengevaluasi efektivitas pengobatan murottal sebagai intervensi potensial di RSUD Cilacap. . Penelitian ini mengadopsi metodologi deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian penelitian ini berjumlah 31 responden yang merupakan pasien pra bedah di RSUD Cilacap. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kecemasan yang dialami oleh pasien sebelum operasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum mendapat terapi murottal, terdapat 14 peserta yang tergolong dalam kelompok kecemasan sedang, yaitu 45,2% dari keseluruhan sampel. Setelah diberikan terapi murottal, jumlah partisipan kategori kecemasan ringan bertambah menjadi 19 orang atau mewakili 61,3% dari total sampel. Kesimpulannya, temuan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan pasien pre-turp bedah dengan anestesi spinal di RSUD Cilacap, baik sebelum maupun selama pemberian terapi murottal.
Copyrights © 2023