Retinopati Diabetik (RD) merupakan penyebab utama kebutaan pada usia produktif di seluruh dunia. Kontrol hiperglikemi dan tekanan darah yang buruk merupakan faktor risiko yang esensial dalam perkembangan RD. Kondisi ini akan memicu terjadinya mekanisme biomolekular yang menyebabkan kerusakan pada pembuluh dan sel di retina dan berkembang menjadi RD. Tahap awal RD umumnya tidak bergejala, sehingga direkomendasikan untuk melakukan penapisan RD segera setelah pasien terdiagnosis DM tipe 2, dan setiap 5 tahun bagi pasien DM tipe 1. Diagnosis RD didasarkan oleh temuan lesi retina yang diklasifikasikan menjadi RD non proliferatif dan proliferatif, dan edema makula diabetik. Terapi RD dapat dilakukan dengan pendekatan non-farmakologi dan farmakologi yang diterapkan berdasarkan derajat keparahan untuk meminimalisir progresivitas RD. Selain terapi konvensional, terdapat terapi potensial di masa depan, yaitu mencakup terapi farmakologi secara oral, terapi genetik, terapi sel punca, dan terapi CRISPR-Cas-Based.
Copyrights © 2023