Dakwa̅h merupakan sebuah aktivitas yang wajib dilakukan pada setiap individu dalam menearpkan nilai nilai kebaikan, baik dilakukan untuk diri sendiri maupun untuk disebarkan pada kalangan orang banyak. Adapun pelaksanaan dakwa̅h, tidak mungkin bisa berjalan dengan lancar dengan tanpa adanya sebuah metode yang sudah banyak dijelaskan dalam buku dakwah, bahwa metode dakwa̅h yang bisa jadikan sebagai jembatan dalam pelaksanaan dakwahnya ada tiga, yang pertama metode dakwa̅h bil-qolam, yang kedua bil-lisan, yang ketiga bil-hal. Peneliti berpendapat bahwa pada zaman sekarang metode yang paling tepat dan akurat dalam menghadapi obje Dakwa̅h merupakan sebuah aktivitas yang wajib dilakukan pada setiap individu dalam menearpkan nilai nilai kebaikan, baik dilakukan untuk diri sendiri maupun untuk disebarkan pada kalangan orang banyak. Adapun pelaksanaan dakwa̅h, tidak mungkin bisa berjalan dengan lancar dengan tanpa adanya sebuah metode yang sudah banyak dijelaskan dalam buku dakwah, bahwa metode dakwa̅h yang bisa jadikan sebagai jembatan dalam pelaksanaan dakwahnya ada tiga, yang pertama metode dakwa̅h bil-qolam, yang kedua bil-lisan, yang ketiga bil-hal. Peneliti berpendapat bahwa pada zaman sekarang metode yang paling tepat dan akurat dalam menghadapi objek dakwa̅h yang berlatar belakang fakir dan miskin adalah menggunakan metode dakwah bil-hal. Metode dakwah bil-hal adalah dakwa̅h yang dilakukan oleh da’i̅ untuk menjawab pada segala problem-problem yang sedang dihadapi oleh objek dakwah, yang meliputi pada permasalahan, ekonomi, pendidikan, akhlak, kesehatan. hal ini terbukti dakwa̅h yang dilakukan oleh salah satu da’i̅ yang bernama KH. Asep Saifuddin Chalim dalam menerapkan metode dakwa̅h bil-hal pada masyarakat fakir dan miskin di desa Kembang Belor kecamatan Pcaet kabupaten Mojokerto bisa tersampaikan secara sistematis tanpa unsur paksaan. k dakwa̅h yang berlatar belakang fakir dan miskin adalah menggunakan metode dakwah bil-hal. Metode dakwah bil-hal adalah dakwa̅h yang dilakukan oleh da’i̅ untuk menjawab pada segala problem-problem yang sedang dihadapi oleh objek dakwah, yang meliputi pada permasalahan, ekonomi, pendidikan, akhlak, kesehatan. hal ini terbukti dakwa̅h yang dilakukan oleh salah satu da’i̅ yang bernama KH. Asep Saifuddin Chalim dalam menerapkan metode dakwa̅h bil-hal pada masyarakat fakir dan miskin di desa Kembang Belor kecamatan Pcaet kabupaten Mojokerto bisa tersampaikan secara sistematis tanpa unsur paksaan.
Copyrights © 2023