ABSTRAK Penyebaran misi kristenisasi dan pemurtadan umat menjadi fenomena yang akan terus terjadi. Masyarakat dengan dasar pondasi aqidah yang lemah menjadi sasaran utama untuk melancarkan gerakan misi yang berorientasi pada perekrutan jemaat sebanyak-banyaknya. Secara nyata, hal ini terjadi pada masyarakat di Dusun Tugunongko, Kabupaten Ponorogo. Sosialisasi misi kristenisasi dilakukan dengan upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat untuk menjustifikasi tataran ekonomi baru dan keagamaan baru sebagai nilai dari misi tersebut. Majelis Tabligh sebagai lembaga dakwah Islam memiliki otoritas penuh untuk membentengi gerakan misi dan mengajak masyarakat untuk kembali kepada agama Islam. Proses pendekatan dilakukan melalui strategi komunikasi persuasif yang berorientasi pada pembentukan tataran kehidupan baru berlandaskan ajaran islam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan gerakan Majelis Tabligh dilakukan dengan mengoptimalkan komponen komunikasi persuasif yang bersifat multiaspek. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat aqidah sekaligus sebagai pembinaan umat demi mempertahankan eksistensi agama Islam di dusun Tugunongko. Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Majelis Tabligh, Kelompok Muallaf
Copyrights © 2023