Latar Belakang: Urin merupakan cairan sisa yang dikeluarkan oleh ginjal sebagai bagian dari proses urinalisa. Pemeriksaan protein dalam urin adalah salah satu komponen yang penting dalam pemeriksaan rutin urin untuk membantu dalam diagnosis gangguan fungsi ginjal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hasil pemeriksaan protein urin menggunakan tiga metode berbeda, yaitu metode carik celup, metode asam sulfosalisilat 20%, dan metode asam acetat 6%. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan hasil antara ketiga metode tersebut. Metode: Dalam penelitian ini, digunakan tiga metode berbeda untuk pemeriksaan protein urin, yaitu metode carik celup, metode asam sulfosalisilat 20%, dan metode asam acetat 6%. Hasil: Dari 30 sampel yang diuji menggunakan masing-masing metode, ditemukan bahwa 25 sampel (83.3%) menunjukkan hasil negatif protein urin, sementara 5 sampel (16.7%) menunjukkan hasil positif protein urin. Kesimpulan: Berdasarkan analisis data dengan uji chi square dan nilai p-value (P>0.05), dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil pemeriksaan protein urin menggunakan metode carik celup, asam sulfosalisilat 20%, dan asam asetat 6%. Kata Kunci: Protein Urin, Carik Celup, Asam Sulfosalisilat 20%, Asam Acetat 6%
Copyrights © 2022