Kesehatan keuangan sebagai salah aspek esensial pada perusahaan guna menjaga keberlangsunganusaha. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh kinerja keuangan dan tata kelola perusahaanterhadap kesehatan keuangan. Penelitian ini menetapkan sampel sebanyak 41 bank yang terdaftardi Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Oleh karena itu, 205 data diperoleh berdasarkanpurposive sampling. Penelitian ini menganalisis data menggunakan analisis regresi logistik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa proksi dari kinerja keuangan yakni leverage, likuiditas, Return onAssets (ROA), dan Non-Performing Loans (NPL) berpengaruh terhadap kesehatan keuangan.Kemudian proporsi dewan komisaris independen sebagai proksi tata kelola perusahaan jugaberpengaruh terhadap kesehatan keuangan. Selanjutnya, Beban Operasi Pendapatan Operasi(BOPO) dan frekuensi rapat dewan komisaris tidak mempengaruhi kesehatan keuangan. Hasil ujiNagelkerke R Square yang digunakan untuk mengevaluasi koefisien determinasi menunjukkansebesar 0,602, atau menerangkan bahwa variabel independen mempunyai kemampuan 60,2%dalam menjelaskan variasi dalam kesehatan keuangan. Penelitian ini berimplikasi bahwa leverage,likuiditas, ROA, dan NPL, sebagai sinyal yang baik terhadap kesehatan keuangan. Penelitian ini jugaberimplikasi bahwa pentingnya mempertahankan proporsi dewan komisaris sebagai agent dalampertanggungjawaban kepada principal khususnya pengawasan kesehatan keuangan perusahaan
Copyrights © 2023