Saat ini bahasa daerah Kalimantan Barat terancam mengalami kepunahan yang dibuktikan dengan pernyataan UNESCO bahwa sekitar 2.500 bahasa di dunia terancam punah, termasuk lebih dari 100 bahasa daerah di Indonesia. Hal ini semakin diperkuat oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) dengan hasil kajian kebahasaan oleh Badan Bahasa setiap tahun yang menunjukkan adanya kekhawatiran besar terhadap bahasa bangsa ini. Oleh karena itu penulis membuat aplikasi kamus bahasa daerah Melayu Sintang Kalimantan Barat berbasis website menggunakan metode sequential search dan binary search . Metode ini sistem kerjanya mencari data dari awal sampai akhir pada satu array tanpa harus diurutkan terlebih dahulu. Pengujian yang dilakukan yaitu membandingkan kompleksitas 2 metode tersebut untuk pencarian kosakata di aplikasi yang dibuat. Kosakata yang diujikan sebanyak 480 kata. Pengujian ini menghasilkan kompleksitas waktu untuk masing-masing metode. Hasilnya, pada metode sequential search membutuhkan waktu pencarian 0,0394 detik pada best case, 0.069 detik pada worst case, dan 0.5345 detik pada average case. Sedangkan binary search membutuhkan waktu pencarian 0.0387 detik pada best case dan 0.0493 detik pada worst case. Kesimpulannya, untuk aplikasi kamus bahasa daerah Melayu Sintang Kalimantan Barat ini lebih cocok dengan menggunakan metode binary search karena tergolong memiliki database kata yang banyak.
Copyrights © 2023