Dalam pengolahan makanan laut dikenal istilah area temperatur berbahaya yang berkisar antara 57°C sampai 5°C untuk menghindari perkembangan aktif bakteri pembusukan, untuk itu diperlukan pendinginan untuk menghindari pembusukan. Kotak pendingin termoelektrik banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman dikarenakan memiliki massa yang ringan dibandingkan dengan lemari pendingin berukuran kecil. Kotak pendingin termoelektrik menggunakan 6 elemen Peltier yang disusun secara cascade dan paralel secara elektrikal pada kotak yang memiliki kapasitas isi 27 liter. Dalam menentukan unjuk kerja kotak pendingin, dilakukan pengujian dengan menggunakan beban pendinginan berupa air mineral. Beban pendinginan terdiri atas satu buah air mineral 600 mL yang tidak dipanaskan dalam kemasan botol, tiga buah air mineral 220 mL yang tidak dipanaskan dalam kemasan gelas, dan air mineral 600 mL yang dipanaskan hingga temperatur 58°C. Berdasarkan hasil pengujian kotak pendingin dengan air panas 600 mL dalam 120 menit, terjadi penurunan temperatur sisi dingin heatsink terkecil dari 22°C hingga 7,7°C. Sedangkan pengujian dengan air 600 mL yang tidak dipanaskan, terjadi penurunan temperatur sisi dingin heatsink terbesar dari 23,2°C hingga 3°C dalam 120 menit.. Perpindahan kalor terbesar terjadi pada pengujian dengan air panas 600 mL, dengan nilai perpindahan kalor sebesar 104432,64 Joule. Perpindahan kalor terkecil terjadi pada pengujian dengan air 600 mL yang tidak dipanaskan, dengan nilai perpindahan kalor sebesar 10584 Joule.
Copyrights © 2022