Intrusion detection system merupakan teknik pertahanan yang populer terhadap serangan siber. Berdasarkan metode pendeteksiannya dapat dibedakan menjadi signatured-based dan anomaly-based. Kedua metode tersebut memiliki kelemahan masing-masing, signatured-based memerlukan pemeliharaan database yang mencatat perilaku abnormal yang mahal, memakan waktu dan tidak dapat secara efektif menemukan serangan yang muncul untuk pertama kalinya. Sementara anomaly-based sulit mendapatkan data benchmark yang akurat, tingkat false alarm yang lebih tinggi, dan keterlambatan data benchmark. Pada penelitian ini, dilakukan penerapan model hibrida untuk meningkatkan akurasi deteksi yaitu metode Convolutional Neural Network (CNN) untuk mengekstrak fitur dari dataset, Gated Recurrent Unit (GRU) dan Bidirectional Long Short-Term Memory (BiLSTM) untuk memproses dan memahami informasi lalu lintas jaringan dalam dataset, serta metode Principal Component Analysis (PCA) untuk mereduksi dimensi data. Model hibrida CNN-GRU-BILSTM-PCA berhasil mendapatkan nilai akurasi sebesar 98,34% dan loss sebesar 0,048%. Model hibrida ini merupakan model terbaik di antara model-model penelitian sebelumnya
Copyrights © 2023