JURNAL HUTAN LESTARI
Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI

ETNOBOTANI UPACARA ADAT GALUNGAN MASYARAKAT HINDU DI DESA SEDAHAN JAYA KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA

Kartikawati, Siti Masitoh (Unknown)
Liantar Sari, Lenny Kusbar (Unknown)
Rifanjani, Slamet (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Sep 2023

Abstract

Sedahan Jaya Village is one of the villages in North Kayong Regency whose people embrace Hinduism. This community is a transmigration from Bali in 1968. Traditionally, the Hindu community in Sedahan Jaya Village still carries out Hindu religious traditions as is done in Bali. One of them is commemorating the Galungan ceremony which is commemorated as the day of the victory of Dharma (truth) against Adharma (evil). The purpose of this study was to examine the ethnobotany of plant species used in the traditional Galungan ceremony of the Hindu community of Sedahan Jaya Village. The research was conducted using a survey method with data collection techniques by interview and observation. Interviews were conducted with key respondents (key persons), namely the village head, 6 (six) traditional leaders or traditional stakeholders, and figures from each caste. The results of this study indicated that there are 14 families and 19 plant species with the largest shrub habitus. All types of plants have been cultivated except bamboo. Plants have their meaning, namely, leaves mean sacred thoughts, flowers mean sincerity, fruits mean prosperity and seeds mean the initial seeds of life that come from God. Flowers with various colors have their meanings, including the yellow color representing Mahadeva, black representing Vishnu, white representing Shiva, and red representing Brahma.Keywords: Ethnobotany, Galungan, Hindu Religion, Sedahan Jaya village, Traditional CeremoniesAbstrakDesa Sedahan Jaya merupakan salah satu Desa di Kabupaten Kayong Utara yang masyarakatnya memeluk agama Hindu. Masyarakat Desa Sedahan Jaya merupakan transmigran asal dari Bali pada tahun 1968. Secara tradisi, masyarakat Hindu di Desa Sedahan Jaya masih melakukan tradisi agama Hindu seperti yang dilakukan di Bali. Salah satunya adalah memperingati upacara Galungan yang diperingati sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji etnobotani dalam upacara adat Galungan masyarakat Hindu di Desa Sedahan Jaya. Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan pada responden kunci (key person) yaitu kepala desa, 6 (enam) ketua adat atau pemangku adat serta tokoh setiap kasta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 14 famili dan 19 jenis tumbuhan dengan habitus terbanyak perdu. Semua jenis tumbuhan tersebut sudah di budidayak kecuali bambu. Tumbuhan memiliki maknanya masing-masing yaitu daun bermakna pikiran yang suci, bunga bermakna ketulusan, buah bermakna kemakmuran dan biji bermakna benih awal kehidupan yang bersumber dari Tuhan. Bunga dengan berbagai macam warna memiliki makna tersendiri diantaranya warna kuning melambangkan Dewa Mahadewa, hitam melambangkan Dewa Wisnu, putih melambangkan Dewa Shiwa, dan merah melambangkan Dewa Brahma.Kata kunci: Agama Hindu, Etnobotani, Galungan, Desa Sedahan Jaya, Upacara Adat

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

jmfkh

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hutan Lestari merupakan jurnal ilmu kehutanan yang menyajikan artikel mengenai hasil-hasil penelitian meliputi bidang teknologi pengolahan hasil hutan, pengawetan kayu, teknologi peningkatan mutu kayu, budidaya hutan, konservasi sumber daya alam, ekonomi kehutanan, perhutanan sosial dan ...