Konflik atau perselisihan dalam kehidupan manusia adalah hal yang tidak dapat terhindarkan, seringkali dalam perjumpaan dengan yang lain menjadi sebuah ancaman. Relasi antara manusia harus di rawat, khususnya dalam konteks Kekristenan, relasi itu dapat dinampakkan dalam sebuah sikap, atau etika untuk saling mengasihi dengan yang lain. Namun seringkali manusia hanya ingin mengasihi dengan maksud dan tujuan lainnya dalam arti kasih yang tidak tulus. Kasih merupakan sebuah hal yang harus di pahami serta direfleksikan dengan benar sebagai sebuah identitas orang yang percaya kepada Kristus. Artikel ini bertujuan untuk membaca etika yang dimaksudkan Paulus dalam Rom. 12:9-21 melalui etika tanggung jawab Emmanuel Levinas, karena kasih dan tanggung jawaba terhadap yang lain adalah sebuah hal yang penting untuk menjaga relasi yang baik dengan yang lain.
Copyrights © 2023