World Health Organization (WHO) melaporkan, BBLR berkontribusi sebanyak 60 hingga 80% dari seluruh kematian neonatus dan memiliki risiko kematian 20 kali lebih besar dari bayi dengan berat normal. RISKESDAS memperkirakan setiap tahun sekitar 400.000 bayi lahir dengan berat badan rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini menggunakan case control dengan populasi kasus 30 ibu bersalin yang memiliki bayi BBLR dan populasi kontrol 30 ibu bersalin yang tidak memiliki bayi BBLR di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 73% ibu dengan paritas berisiko, 76% ibu dengan usia beresiko, dan 80% ibu dengan usia kehamilan beresiko, dengan nilai p-value dan OR paritas (p=0,001-OR=0,82), usia (p=0,001-OR=0,45), dan usia kehamilan (p=0,004-OR=0,60). Berdasarkan nilai tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor hubungan yang menjadi sebab terjadinya BBLR di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Pentingnya upaya pemerintah dan tenaga kesehatan dalam menanggulangi kejadian BBLR dengan cara memberikan edukasi terkait pentingnya pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, ANC, dan KB.
Copyrights © 2023