Abstrak— UMKM memiliki peran yang sangat penting untuk perekonomian Negara di Indonesia karena UMKM menjadi penyumbang Produk Dosmetik Bruto (PDB) terbesar, serta menyediakan banyak lapangan pekerjaan. Sehingga pemilik UMKM perlu mengetahui apa saja elemen-elemen yang sudah berjalan dengan baik maupun yang belum baik agar pemilik UMKM dapat memaksimalkan aktivitas bisnisnya dan dapat bersaing kedepannya lagi, serta pemerintah daerah wajib mengetahui kebutuhan UMKM yang dapat mereka bantu agar nilai PDB daeranya meningkat dan meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan. Penelitian ini mengukur tingkat kematangan proses bisnis dan kesiapan TI pada perusahaan-perusahaan kuliner berkskala mikro, kecil, dan menengah berdasarkan metode Business Process Orientation Maturity Model (BPOMM) dari McCormack dkk. Pada penelitian ini diperoleh nilai kematangan proses bisnis dan kesiapan penerapan teknologi informasi dari empat UMKM kuliner yang diteliti. Untuk nilai kematangan proses bisnis, tiga UMKM berada pada Tingkat 1 yaitu Ad hoc dan 1 UMKM berada pada Tingkat 2 yaitu Defined. Sedangkan nilai kesiapan teknologi informasi, dua UMKM berada di tingkat rendah dan 2 UMKM berada di tingkat sedang. Hasil akhir dari penilaian dua elemen tersebut dikaitkan dan diprofilkan menjadi tiga kategori, yaitu sama-sama sedang; rendah; dan bertolak belakang.Kata Kunci — proses bisnis, UMKM, BPM, BPOMM, kesiapan TI
Copyrights © 2023