Kecacingan merupakan isu kesehatan relevan hingga saat ini. Infeksi cacing di Indonesia mencapai 2,7 - 60,7% menginfeksi anak sekolah dasar. Provinsi Nusa Tenggara Barat termasuk provinsi tertinggi dengan prevalensi sebesar 83,6% untuk infeksi cacing. Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas antelmintik jamu X terhadap A. galli pada ayam. Penelitian termasuk eksperimental laboratorium secara in vitro menggunakan A. galli yang digunakan sebanyak 15 ekor dengan 5 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dari kontrol negatif (NaCl 0,9% b/v), kontrol positif (Albendazol 10% v/v), dan kelompok sampel dengan 3 konsentrasi berturut-turut 17,5%, 35% v/v, dan 70% b/v. Waktu kematian cacing diamati selama 24 jam kemudian dilakukan analisis statistik antara perlakuan dengan persentase waktu kematian cacing. Waktu kematian dengan konsentrasi sampel uji menunjukkan kebermaknaan yang berbeda antara semua sampel uji dengan kontrol negatif, waktu kematian 100% pada semua konsentrasi terjadi pada menit ke 3360. Konsentrasi terbaik untuk waktu tercepat membunuh 100% cacing pada Jamu X yaitu konsentrasi 70% b/v di menit ke 340. Konsentrasi lainnya juga berefek tetapi dalam jangka waktu yang cukup panjang yaitu konsentrasi 17,5% v/v (menit ke-3360) dan konsentrasi 35% v/v (menit ke-2220). Jamu X memiliki aktivitas antelmintik pada semua konsentrasi, namun aktivitas Jamu X lebih rendah dari Albendazol 10% v/v.
Copyrights © 2023