Anemia merupakan kondisi dimana jumlah sel darah merah (eritrosit) dan kapasitas oksigen yang tidak dapat mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Menurut data Riskesdas tahun 2018, prevalensi anemia di Indonesia sebesar 48,9% dengan proporsi anemia pada perempuan sebesar 27,2% dan pada laki-laki sebesar 20,3%, dan prevalensi untuk anemia jenis defisiensi besi lebih banyak ditemukan pada remaja perempuan sebesar 22.7%, sedangkan anemia defisiensi besi pada remaja laki-laki sebesar 12.4%. Pengkajian anemia yang dipengaruhi pola hidup remaja cukup terbatas sehingga artikel ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut hubungan pola hidup remaja terhadap anemia. Penelitian ini menggunakan desain studi literature review. Pemilihan literatur dilakukan melalui database Google Scholar dan PubMed yang telah terakreditas. Pencarian literatur menggunakan kata kunci yang terkait dengan “anemia” AND “pola hidup” AND “remaja” AND “Indonesia”. Sebanyak 10 artikel terpilih sesuai dengan tujuan penelitian dan kriteria inklusi yang ditetapkan. Dari 10 artikel yang terpilih menunjukkan hubungan pola hidup remaja terhadap anemia yaitu remaja putri yang memiliki pola menstruasi tidak teratur 0,018 kali lebih tinggi meningkatkan kejadian anemia, pola makan remaja yang buruk 0,407 kali lebih tinggi meningkatkan kejadian anemia, hubungan aktivitas fisik dengan kejadian anemia P value = 0,000 (P value < 0,05), dan siswi yang tidak mengonsumsi suplemen Fe berisiko 6,66 kali lebih besar untuk mengalami kejadian anemia. Studi kepustakaan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dengan pola hidup remaja yang buruk.
Copyrights © 2023