Pasien harus dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri baik dari tindakan dan perilaku. Tanpa partisipasi aktif dari pasien, terapi rehabilitasi medik hanya dapat berperan sedikit terhadap kesembuhan pasien. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan korelasi jenis kelamin, usia pasien, pendidikan, pekerjaan dan kondisi atau penyakit yang diidap pasien terhadap kepatuhan edukasi program latihan yang diberikan oleh fisioterapis poli rehabilitasi medik RS Dustira. Desain penelitian yang diadopsi dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Di klinik rehabilitasi medis Rumah Sakit Dustira, 58 pasien menerima kuesioner secara acak langsung. Nilai chi-square untuk variabel jenis kelamin, pekerjaan, dan kondisi penyakit pasien, yang nantinya dihubungkan dengan variabel kepatuhan, diteliti dalam penelitian bivariat. Tingkat signifikan koefisien korelasi diagram Spearman diperiksa untuk menyelidiki usia pasien dan karakteristik pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi korelasi jenis kelamin dengan kepatuhan sebesar 0,171; Nilai signifikansi korelasi usia dengan kepatuhan sebesar 0,025; nilai signifikansi korelasi pekerjaan dengan kepatuhan sebesar 0,000; Nilai signifikansi korelasi pendidikan dengan kepatuhan sebesar 0,553; dan nilai signifikansi kondisi pasien terhadap kepatuhan sebesar 0,001. Kesimpulannya ialah tidak adanya korelasi antara jenis kelamin dan pendidikan pasien terhadap kepatuhan edukasi program latihan yang diberikan oleh fisioterapis. Ada korelasi antara usia, pekerjaan, dan kondisi penyakit yang diderita pasien terhadap kepatuhan edukasi program latihan yang diberikan oleh fisioterapis.
Copyrights © 2023