Pada kalangan remaja salah satu penyakit kulit yang sering terjadi salah satunya adalah akne vulgaris. Munculnya akne vulgaris disebabkan oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah faktor makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara makanan manis yang sering dikonsumsi pada masa kini sehingga menyebabkan asupan gula yang berlebih, dengan kejadian akne vulgaris. Analitik dengan desain cross sectional merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini dan dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, responden dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan total 280 responden dari berbagai usia, dengan sejumlah 72 responden adalah laki-laki dan sejumlah 208 responden adalah perempuan. Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) digunakan untuk memperoleh data konsumsi gula, sedangkan data akne vulgaris diperoleh dengan pemeriksaan fisik dan foto wajah dalam tiga posisi. Setelah dilakukan pengolahan data dengan chi-square, 133 (47,5%) terdapat akne dan 147 (52,5%) tidak terdapat akne, dengan mayoritas dari responden memiliki konsumsi gula lebih dari cukup. Nilai p-value = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara asupan gula yang berlebih dengan terjadinya akne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.
Copyrights © 2023