Salah satu faktor pemicu timbulnya hipertensi adalah status gizi yang tidak seimbang. Umumnya kelebihan gizi berkaitan dengan kemakmuran dan gaya hidup. Masyarakat di wilayah dengan kadar garam tinggi pada air dan makananya lebih banyak mengalami hipertensi daripada daerah dengan kadar kalsium dan magnesium tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir Desa Rantau Panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah 300 KK dengan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 52 orang dengan range umur > 20 tahun. Instrumen yang digunakan adalah timbangan badan, microtois, tensi darah, dan meteran Lingkar Pinggang dan Lingkar Lengan serta kuesioner. Analisis yang digunakan untuk melihat hubungan antar variabel adalah chi-square. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa usia memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi dengan p = 0.001 < 0.05. Jenis kelamin memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi dengan P = 0.017 < 0.05. Pekerjaan memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi dengan p = 0.003 < 0.05. Pendidikan tidak memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi dengan p = 0.226 > 0.05. Status gizi memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi dengan p= 0.000 < 0.05. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa ada hubungan antara status gizi terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat di Desa Rantau Panjang.
Copyrights © 2023