Ruang perawatan lembaga rehabilitasi pecandu narkoba sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi para pecandu harus memiliki ruang rawat inap yang memenuhi syarat kesehatan, baik kualitas udaranya, konstruksinya maupun fasilitasnya. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan suhu, kelembapan, dan pencahayaan ruangan dengan angka mikroba udara di ruang perawatan rehabilitasi milik Instansi Pemerintah dan milik Komponen Masyarakat di lingkungan BNN kota cimahi tahun 2018 serta mengetahui perbedaan angka kuman udara di ruang perawatan rehabilitasi narkoba milik instansi pemerintah dan komponen masyarakat. Rancangan penelitian menggunakan observasional analitik dengan desain cros-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 4 ruangan selama 7 kali pengukuran. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara suhu, kelembapan dan pencahayaan ruangan dengan angka mikroba udara di ruang perawatan rehabilitasi milik Instansi Pemerintah, namun terdapat hubungan antara kelembaban dan pencahayaan dengan angka mikroba udara di ruang perawatan rehabilitasi milik komponen masyarakat. Ada perbedaan yang signifikan angka mikroba udara yang ada di antara ruang perawatan rehabilitasi milik instansi pemerintah dan komponen masyarakat di lingkungan BNN Kota Cimahi.
Copyrights © 2021