Usaha kerupuk dan kemplang di Desa Pelabuhan Dalam merupakan usaha turun temurun yang perkembangannya stagnan. Permasalahan utama pengembangan usaha kerupuk dan kemplang tersebut adalah pemanggangan dilakukan menggunakan kompor atau tungku berbahan bakar minyak tanah atau kayu bakar. Nilai ekonomis usaha kerupuk dan kemplang tersebut tidak prospek karena antara harga produksi dan harga jual relatif tidak berbeda sehingga keuntungan yang diperoleh sangat kecil sedangkan bahan bakar minyak tanah dan kayu bakar sangat sulit ditemukan di Desa Pelabuhan Dalam. Sosialisasi dan pengenalan tungku hemat energi berbahan bakar serbuk gergaji diharapkan akan memberikan motivasi pengusaha kerupuk dan kemplang dalam menjalankan usahanya yang memberikan keuntungan yang lebih signifikan. Modal yang dikeluarkan untuk membuat tungku hemat energi sangat murah dan hanya sekali dengan biaya pembelian drum bekas Rp. 60.000,- dan upah membuatnya hanya Rp. 15.000,- jadi total biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 75.000,. Pengembangan tungku hemat energi berbahan bakar serbuk gergaji dapat dilakukan di Desa Pelabuhan Dalam potensinya yang berlimpah.
Copyrights © 2023