Penggunaan sediaan kosmetik untuk memperelok penampilan dan merawat serta memelihara kulit semakin meningkat pada semua kalangan, salah satunya yaitu sediaan tabir surya. Penggunaan sediaan tabir surya berdampak positif antara lain dalam mengurangi risiko terjadinya kanker kulit dan mencegah terbakarnya kulit. Oxybenzone sebagai salah satu zat aktif tabir surya telah digunakan secara luas, namun terdapat perbedaan regulasi di Indonesia dengan di negara lainnya terkait penggunaan oxybenzone. Sehingga dari perbedaan regulasi ini dilakukan penelusuran pustaka terkait dampak oxybenzone secara klinis dan terhadap lingkungan, dilakukan penelusuran literatur pada basis data elektronik ilmiah dengan kriteria berasal dari literatur terstandar dan dipublikasi dalam kurun waktu 10 tahun. Dari literatur yang terkumpulkan kemudian dilakukan screening dan disusun artikel narrative review. Didapat hasil bahwa terdapat laporan terkait penggunaan oxybenzone yang berakhir pada reaksi alergi kontak, berkait dengan gangguan sistem endokrin, dan gangguan lainnya. Dampak oxybenzone juga memberikan dampak negatif terhadap lingkungan antara lain fenomena pemutihan karang, kerusakan, dan kematian ekosistem terumbu karang di laut. Sehingga perlu penggunaan yang bijak dan pertimbangan risk/benefit meskipun regulasi di Indonesia menyatakan bahwa oxybenzone masih dapat digunakan. Selain itu dapat pula digunakan alternatif tabir surya lainnya dalam penggunaan oxybenzone sebagai tabir surya.
Copyrights © 2023