Subjek penelitian ini merupakan 32 siswa dari kelas VIII, dengan objek penelitian adalah implementasi pembelajaran matematika realistik. Instrumen penelitian melibatkan tes, observasi, wawancara, dan angket. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, masing-masing terdiri dari 2 pertemuan. Tes awal dilakukan sebelum intervensi, diikuti oleh tes hasil belajar di akhir setiap siklus. Analisis data menunjukkan peningkatan hasil tes awal hingga tes hasil belajar matematika siswa. Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar pada tes awal adalah 6 dari 32 siswa (18,75%) dengan rata-rata kelas 41,09. Analisis data pada siklus I setelah penerapan pembelajaran matematika realistik menunjukkan siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 22 dari 32 siswa (68,75%) dengan rata-rata kelas 69,38. Pada siklus II, hasil analisis data menunjukkan siswa yang mencapai ketuntasan belajar adalah 28 dari 32 siswa (87,5%) dengan rata-rata kelas 77,97. Ini menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan kriteria ketuntasan belajar klasikal, pembelajaran ini berhasil mencapai target. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran matematika realistik, hasil belajar matematika siswa, terutama pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel di kelas VIII, mengalami peningkatan. Saran yang diajukan adalah guru dapat menerapkan pembelajaran matematika realistik sebagai alternatif untuk lebih melatih siswa dalam meningkatkan hasil belajar.
Copyrights © 2023