Implementasi sistem yang terintegrasi seperti SDT (Sistem Diseminasi Terintegrasi) memudahkan pengguna untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah ada . Sistem yang terintegrasi juga membuat proses bisnis semakin cepat , efisien dan terotomasi karena adanya tukar data antar mesin . Tetapi dengan integrasinya beberapa sistem menjadi satu sistem besar maka rumit suatu sistem akan bertambah dan juga ancaman juga semakin banyak . Pemodelan ancaman adalah suatu metodologi untuk kebaikan suatu ancaman , penisian risiko , dan langkah penanggulangan agar ancaman yang timbul tidak mengganggu suatu proses bisnis dalam sistem . Pemodelan ancaman pada SDT ini memiliki beberapa tahap , tahap awal adalah dekomposisi sistem-sistem penyusun SDT, integrasi komponen antar sistem , klasifikasi ancaman berdasarkan STRIDE, penilian risiko berdasarkan DREAD, dan pemilihan perbaikan tiap kelompok komponen . Tahapan-tahapan ini menghasilkan klasifikasi ancaman , serta penisian risiko tiap komponen pada sistem-sistem di SDT. Komponen yang paling banyak ancaman dan paling berisiko terhadap ancaman adalah komponen Webserver Mediator, Webserver Diseminasi dan Webserver Portalpublikasi . Ancaman tertinggi pada tiga komponen di tersebut adalah peningkatan keistimewaan. Dari hasil klasifikasi ancaman dan penilian risiko maka ditentukan langkah pengaturan pada komponen ketiga Webserver untuk meminimalkan potensi ancaman
Copyrights © 2023