Penelitian ini berangkat dari premis bahwa suara masyarakat yang terpinggirkan sangat jarang tersentuh oleh media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan jurnalisme advokasi pada Project Multatuli dalam isu Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Banyak pihak yang masih tidak setuju dengan pemindahan ibukota ini. Terkait ini, media sudah banyak yang meliput isu IKN. Namun, kebanyakan media tidak banyak meliput mengenai dampak yang dirasakan langsung oleh warga setempat dengan adanya pemindahan IKN ini ke wilayah mereka. Padahal, penolakan justru banyak pula dilontarkan oleh warga Penajam Paser Utara. Namun tak ayal pemberitaan mainstream tanah air justru didominasi oleh perspektif elit dan tidak memerhatikan perspektif warga yang tidak mampu bersuara. Sehingga, disinilah peran dari jurnalisme advokasi. Jurnalisme advokasi adalah salah satu genre dalam jurnalisme yang berfokus pada suara-suara kelompok marjinal yang jarang terekspos oleh media. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif melalui satu judul artikel Project Multatuli, diperoleh hasil bahwa jurnalisme advokasi pada media alternatif ini sudah diterapkan dengan baik. Kelima unsur jurnalisme diterapkan pada artikel liputan yang ada. Peneliti hanya menemukan satu unsur yang luput dalam jurnalisme advokasi ini, yakni terkait asas legalitas. Namun, tegasnya, Project Multatuli telah melakukan bentuk jurnalisme advokasinya yang sesuai dengan semangatnya untuk mengangkat suara-suara terpinggirkan dan masyarakat kecil.
Copyrights © 2023