Era revolusi industri 4.0 memicu lahirnya berbagai macam inovasi. Inovasi ini didukung oleh kehadiran teknologi, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), IoT, maha data (big data), komputasi awan (cloud computing), pencetakan 3D (3D printing). Saat pandemi Corona, pengguna Internet melonjak drastis. Lonjakan ini disebabkan banyak aktivitas yang dahulu dilakukan luring berpindah ke daring, seperti belajar, bekerja, belanja, bertemu dan beribadah. Ini berakibat ruang gerak marketing menjadi terbatas, khususnya untuk berinteraksi dengan calon mahasiswa baru. Untuk dapat mengatasi keterbatasan ini dibutuhkan chatbot sebagai asisten marketing, khususnya untuk memberikan respon pada setiap pertanyaan yang sering ditanyakan (Frequently Asked Questions (FAQ)). Chatbot (CSbot) ini tidak hanya dapat diakses tiap saat, tapi juga dimana saja selama terkoneksi ke Internet. Google menyediakan platform natural language understanding (NLU), Dialogflow, melalui komputasi awan yang dapat membantu pengembangan chatbot agar lebih mudah dan cepat. Metode penelitian yang dilakukan, yaitu studi literatur, wawancara, observasi, pengembangan aplikasi chatbot dengan model prototyping (berisikan tahapan kebutuhan pengguna, prototipe sistem / sub sistem, evaluasi prototipe, penyempurnaan prototipe, pengujian sistem, implementasi sistem, dan perawatan sistem). Aplikasi CSbot telah selesai dibuat dengan menggunakan Dialogflow. Selanjutnya, CSbot ini dapat dikembangkan dengan penambahan dialog, antisipasi penggunaan bahasa asing, bahasa daerah atau singkatan – singkatan yang umum, fasilitas untuk mengisi form pendaftaran, dan penyempurnaan dialog berbasis suara
Copyrights © 2022