Kota Padang, kini tumbuh pesat baik sebagai pusat perekonomian, pariwisata, pendidikan dan kesehatan. Kota Padang, dengan adat dan budaya Minangkabau yang kuat, seiring waktu mulai tergerus dengan proses interaksi dengan masyarakat atau budaya luar yang datang ke Kota Padang, dengan berbagai persoalan, khususnya Pekerja Seks Komersial (PSK). Fakta-fakta keberadaan PSK ini, tentu cukup menarik untuk diteliti. Apalagi bila kita kaitkan dengan perubahan-perubahan sosial di tengah-tengah masyarakat Kota Padang, yang selama ini dikenal ketat dan menjunjung tinggi adat dan budayanya yang berlandaskan Agama Islam. Apalagi, dari berbagai lapisan masyarakat yang dimintai pendapat, bahwa mereka masih mendefenisikan Pekerja Seks Komersil adalah mereka yang menjual tubuhnya melalui layanan seksual (hubungan kelamin pria dan kelamin wanita) dengan imbalan materi baik berupa uang maupun barang pada tempat-tempat khusus atau hotel. Di era digital yang sangat pesat sekarang ini penjaja seks memanfaatkan peluang mancari penghasilan. Saat ini, sangat mudah mencari perempuan penyedia layanan seks di jejaring sosial, meupun aplikasi-aplikasi lainnya. Dalam banyaknya aplikasi PSK dengan mudahnya menawarkan diri dengan tarif tertentu. Penawaran ini disertai dengan mengunggah foto vulgar, untuk menarik minat lawan jenisnya.
Copyrights © 2019