Artikel ini mendiskusikan tentang struktur epistemlogi dalam tafsir yang terdapat dalam Buku Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Qur’an karya Nasarudin Umar. Kajian ini akan berfokus pada struktur fundamental pemikirannya yang membentuk epistemlogi dalam proses penafsiran Al-Qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka atau library research, dengan menggali dan meneliti karya-karya yang berkaitan dengan topik pembahasan. Penelitian ini berfokus untuk memahamii tiga hal, yakni: a) bagaimana latar belakang pemikiran Nasaruddin Umar? (b) bagaimana kondisi sosio-historis yang melingkupi Nasaruddin Umar? (c) bagaimana struktur epistemologi Nasaruddin Umar dalam menafsirkan Al-Qur’an? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Nasaruddin Umar berawal dari realitas ketimpangan gender yang ada dalam tafsir Al-Qur’an, yang menuntut pembacaan ulang dengan menggunakan nalar kritis serta perlunya memosisikan Al-Qur’an, realitas dan penafsir sebagai suatu kesatuan yang saling berkaitan. Hasil kajian ini juga menyoroti pentingnya memahami pergeseran sosial yang terjadi seiring waktu, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi interpretasi terhadap ajaran Al-Qur’an. Nasaruddin Umar menggunakan metode maudhu’i dalam proses pembacaan ulang terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan gender, dengan memanfaatkan beragam pendekatan seperti hermeneutika, semantik dan juga sosiologi. Temuan ini menggambarkan bahwa karya Nasaruddin Umar memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkanperspektif baru terhadap studi tafsir Al-Qur’an, dengan menekankan urgensi kesetaraan gender dalam teks suci Islam.
Copyrights © 2021