Yang menjadi pegangan bagi umat Islam adalah al-Qur’ᾱn dan hadiṡ. Permasalahan yang dihadapi umat Islam semakin banyak setelah kepergian baginda Muhammad saw. Sehingga para ulama harus sekuat tenaga mencari solusi dari permasalahan yang muncul. Dengan adanya ahli kitab yang masuk Islam menimbulkan dilema atas peran mereka dalam menjelaskan al Qur’ᾱn yang mereka ketahui sebelum muallaf dan dapat menimbulkan kontra terutama hal-hal yang terkait dengan ayat-ayat yang mengandung unsur Isrᾱῑliyyᾱt. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Isrᾱῑliyyᾱt menurut pandangan al Khazin, 2) Bagaimana sikap al Khazin terhadap Isrᾱῑliyyᾱt. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui Isrᾱῑliyyᾱt menurut pandangan al Khazin, 2) Mengetahui bagaimana sikap al Khazin terhadap Isrᾱῑliyyᾱt. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research dengan metode kualitatif melalui pendekatan tafsir maudhu’i (tematik). Sumber data utama penelitian ini yaitu al Qur’an al Karim, kitab tafsir al Khazin. Tehnik mengelolah data menggunakan metode deskriptif analisis. Adapun langkah-langkahnya adalah: 1) menetukan tema atau judul. 2) Menghimpun sejumlah ayat al Qur’an yang dijadikan objek studi, 3) Melacak berbagai pendapat ulama tafsir dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut, 3) menjabarkan pendapat-pendapat untuk mendapatkan informasi berkenaan dengan identitas dan pola berfikir mufassir. Sedangkan untuk menarik kesimpulan menggunakan metode deduksi. Penemuan penelitian ini secara garis besar yaitu: 1). Menurut al Khazin, Isrᾱῑliyyᾱt adalah suatu cerita yang berasal dari cerita orang-orang Yahudi yang masuk Islam. Ia menegaskan lagi bahwa cerita-cerita ini berasal dari orang-orang yang bukan asli beragama Islam yang diselundupkan dalam kitab-kitab tafsir dan hadiṡ dengan tujuan menggoyahkan iman dan merusak aqidah umat Islam. 2). Sikap al Khazin dalam menafsirkan cerita Isrᾱῑliyyᾱt adalah: a). Al Khazin bersikap tidak selektif dalam menukil riwayat. Hal ini dapat dilihat dari halaman dalam kitabnya yang membahas tentang cerita-cerita Isrᾱῑliyyᾱt. b). Al Khazin meriwayatkan banyak riwayat Isrᾱῑliyyᾱt tanpa penjelasan yang membenarkan atau melemahkan riwayat tersebut. c). Riwayat Isrᾱῑliyyᾱt yang dikemukakan al Khazin sangat panjang membuat pembaca terkesan dan terhanyut layaknya dongeng-dongeng.
Copyrights © 2019