Kualitas bahan baku memegang peranan yang sangat penting dalam proses produksi pengecoran. Hal ini disebabkan karena bahan baku tersebut diatas pada umumnya diperoleh dari pengumpul yang umumnya merupakan produk-produk bekas yang masing-masing memiliki karakteristik dan komposisi kimia berbeda. Khusus pada pengecoran non ferro (aluminium), masing-masing bahan baku memiliki wujud fisik yang mirip satu dengan lainnya, namun memiliki sifat maupun komposisi yang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya masing-masing. Dalam suatu proses yang berkesinambungan dan standar, sortir bahan baku yang baik berdasarkan fungsi produk dapat digunakan sebagai acuan untuk menghasilkan komposisi bahan yang menghasilkan sifat fisik sesuai dengan tuntutan fungsi produk.
Copyrights © 2012