Latar belakang: Konstipasi salah satu ketidaknyamanan gastrointestinal pada kehamilan, 60% dirasakan trimester I dan III. WHO (2018) mencatat 11-38% insiden konstipasi. Keadaan klinis umum feses mengeras dan BAB jarang. Laksatif adalah zat yang menstimulasi gerakan peristaltik dinding usus, terdapat pada lidah buaya. Lidah buaya mengandung ‘aloin’ yang bersifat teratogenik bagi pertumbuhan sel. Tujuan: Untuk mengetahui potensi laksatif pada teh lidah buaya terhadap penanganan konstipasi dan pengaruh terhadap keamanan pertumbuhan fetus pada mencit (Mus Musculus. L.) bunting pada masa organogenesis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental studi pra-klinikal laboratorik menggunakan pre-post test randomized control group design metode in-vivo. Terhadap 24 ekor mencit bunting yang dibuat konstipasi dengan diinduksi ekstrak gambir 1 ml secara oral. Hasil: Ada pengaruh pemberian teh lidah buaya terhadap perubahan konsistensi feses dengan p-value 0,000, uji anova menunjukkan perbedaan nyata secara signifikan pada keempat kelompok. Dan jumlah kelahiran fetus dari keempat kelompok tidak berbeda secara signifikan (0.764>0.05) dengan rerata 6 ekor fetus perkelompok. Berdasarkan parameter keadaan lahir, jumlah fetus yang hidup dan mati dari keempat kelompok tidak berbeda nyata secara signifikan (0.197>0.05) kecuali pada K4 terdapat 8 ekor fetus lahir mati. Kesimpulan : Teh lidah buaya 0,2gr/20grBB membuat konsistensi feses normal dibanding kelompok kontrol. Teh lidah buaya mempengaruhi pertumbuhan fetus berupa penurunan bobot badan dan dosis tertinggi 0,4gr/20grBB memberi efek kematian dalam rahim (IUFD). Pemberian teh lidah buaya dalam masa organogenesis tidak memberikan efek berupa malformasi kongenital (cacat lahir) fetus. Kata kunci : Konstipasi, lidah buaya, laksatif, antrakuinon, fetus
Copyrights © 2023