Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia dan memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat dan lingkungan. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap bahaya dan risiko banjir yang terjadi di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Metode yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Dalam analisis ini, pertimbangan multikriteria digunakan untuk mempertimbangkan berbagai faktor, seperti penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, pola curah hujan, jarak dari sungai, dan elevasi lahan. Data yang digunakan diperoleh dari pengamatan lapangan, citra satelit Landsat, catatan curah hujan, serta data elevasi lahan, yang semuanya diintegrasikan dalam proses analisis. Analisis terhadap bahaya banjir secara khusus difokuskan pada identifikasi potensi terjadinya banjir berdasarkan faktor-faktor fisik. Sementara itu, analisis terhadap risiko melibatkan penilaian terhadap dampak potensial yang mungkin ditimbulkan oleh banjir pada berbagai aspek. Prosedur agregasi peta untuk analisis risiko dan bahaya banjir menggunakan pendekatan Weighted Linear Combination (WLC). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat dua kategori tingkat bahaya banjir, yakni kategori sangat tinggi dan tinggi sebesar 12,26%, sementara kategori sangat rendah dan rendah mencapai 87,84%. Dalam hal evaluasi risiko banjir, kategori risiko yang termasuk sangat tinggi dan tinggi mencakup sekitar 17,28%, sedangkan kategori risiko yang termasuk sangat rendah dan rendah mencapai angka 82,77%. Studi ini memberikan masukan bagi pemerintah daerah, dalam merumuskan kebijakan terkait dengan mitigasi dan pengelolaan banjir. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini memiliki potensi untuk diadopsi dalam analisis risiko bencana lainnya, dengan tujuan pengambilan keputusan yang lebih terinformasi dan rasional.
Copyrights © 2023