Genteng beton pada umumnya menggunakan bahan semen, pasir, air dan kapur. pemanfaatan serat serabut kelapa sebagai bahan tambah pada campuran pembuatan genteng dan menggunakan styrofoam sebagai bahan tambahan pasir yang akan mengisi rongga-rongga pada unsur genteng beton serat. Disamping serat kelapa dan styofoam mengurangi bahan pasir, juga berfungsi sebagai bahan perekat pada campuran genteng yang menyatu disebut genteng beton serat. kemudian mencampurkan bahan tersebut sesuai komposisi yang ditentukan. Metode yang digunakan dalam Penelitian mengacu kepada standart SNI 2007 akan menghasilkan bentuk geometris genteng beton serat yang lebih plastis, prositas rendah,dan permebilitas tinggi dan berat yang lebih ringan bila dibandingkan dengan genteng beton biasa. Hasil pengujian kuat lentur masih memenuhi, uji terhadap rembesan air untuk penambahan serat sabut kelapa dan styrofoam sebesar 40% masih memenuhi standar SNI 0096:2007 yaitu tidak terjadi tetesan atau rembesan di bawah genteng. Juga pengujian penyerapan air (porositas) untuk penambahan serat kelapa sebesar 40%, hasilnya adalah 7,32%. hasil tersebut masih memenuhi standard SNI 0096: 2007 yaitu penyerapan air (porositas) tidak melebihi 10%. Kesimpulan penelitian penambahan serat sabut kelapa dan styrofoam pada campuaran genteng menjadikan berat genteng beton menjadi lebih ringan. , untuk penambahan 0% beratnya 4650 gram; penambahan 10% beratnya 4450 gram; penambahan 15% beratnya 4000 gram ; dan penambahan 40% beratnya 3600 gram.
Copyrights © 2020