Peningkatan jumlah penduduk berbanding lurus dengan peningkatan jumlah limbah yang dihasilkan dari aktifitas manusia, dan salah satu limbah yang dihasilkan serta berpengaruh langsung terhadap kualitas lingkungan adalah limbah cair domestic dari aktifitas rumah tangga. Upaya pengelolaan limbah cair domestik rumah secara tepat sangat diperlukan untuk menanggulangi dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan yang terjadi. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta sejak tahun 1994 sudah mempunyai pengolahan limbah cair domestik terpusat skala regional. Salah satu pengolahan limbah cair domestik yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Balai Pialam Yogyakarta. Tingginya pertumbuhan penduduk di Yogyakarta dapat berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, salah satunya terjadi pencemaran air, oleh karena itu perlu dilakukan studi terkait kualitas air yang dihasilkan dari proses pengolahan IPAL di Balai Pialam Yogyakarta sehingga dapat dipastikan air yang dibuang ke badan air aman serta tidak mencemari lingkungan dan biota air. Sosialisasi yang dilakukan berupa perlu adanya penanganan khusus terhadap kualitas air outlet IPAL untuk parameter yang tidak memenuhi baku mutu seperti DO, BOD, COD dan TSS dan diperlukan adanya kajian mengenai kualitas air dari hulu (upstream) dan hilir (downstream) dari badan sungai (Sungai Bedog) untuk mengevaluasi kualitas air berdasarkan status mutu airnya.
Copyrights © 2023