Rona Teknik Pertanian
Vol 7, No 2 (2014): Volume 7, No. 2, Oktober 2014

Analisa Pola Penyebaran Aliran Air Tanah Pada Model Tanggul

Fitri Herawaty (Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)
Mustafril Mustafril (Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)
Dewi Sri Jayanti (Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2014

Abstract

Abstrak. Rembesan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada tanggul. Besarnya rembesan sangat dipengaruhi oleh sifat permeabilitas tanah. Permeabilitas tanah akan menurun dengan meningkatnya kadar air dalam tanah. Rembesan yang terjadi pada tanggul akan membentuk suatu pola aliran air di dalam tubuh tanggul. Rembesan air akan berjalan sejajar dengan garis muka air tanah sehingga garis rembesan juga merupakan garis aliran. Sehingga garis-garis equipotensial akan memotong garis rembesan ini sehingga jarak vertikal antara perpotongan adalah sama. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai debit rembesan berdasarkan rumus empiris jauh lebih kecil dibandingkan dengan metode pengukuran langsung dan program SEEP/W. Hal ini disebabkan karena pada metode empiris selain faktor permeabilitas dan dimensi tanggul, juga dipengaruhi oleh panjang zona basah. Sebaliknya, pada pengukuran secara langsung dan metode analisis dengan program SEEP/W, debit rembesan hanya dipengaruhi oleh nilai permeabilitas, tinggi muka air dan dimensi tanggul, sedangkan panjang zona basah tidak berpengaruh Analyses of Spreading Seepage Pattern on Embankment Model Abstract. Seepage are one problem that often occurs in the embankment. The magnitude of seepage is greatly influenced by the soil permeability characteristic. Soil permeability would decreased with increasing water content in the soil. Seepage that occurs in embankments would form a pattern of water flow inside the embankment. Seepage water will run parallel with the water  levels line so that seepage is also a flow line. So that the equipotential lines will cut the line permeability so that the vertical distance between the intersections is the same. The results obtained indicate that the seepage discharge based on empirical formula smaller than the direct measurement method and program SEEP/W. This is due because of at the empirical method besides permeability and embankment dimension, also influenced by length of wet zone. In contrast, the direct measurement and analysis methods with the program SEEP/W, seepage discharge is only affected by the value of the permeability, water levels and embankment dimensions, while the length of wet zone does not effect.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

RTP

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Engineering

Description

JRTP is the official journal from the Department of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University (Unsyiah), Banda Aceh-Indonesia. It covers and devotes a complete and interdisciplinary wide range of research and review in engineering applications for agriculture and ...