Indonesia memiliki iklim tropis dimana jumlah radiasi ultraviolet (UV) yang mencapai permukaan bumi sangat tinggi. Paparan radiasi UV yang berlebih pada kulit dapat menyebabkan berbagai efek negatif seperti pencoklatan, eritema, kulit terbakar, dan kanker kulit. Salah satu upaya untuk mencegah efek negatif tersebut adalah menggunakan tabir surya dengan nilai SPF yang tinggi. Senna alata dan Anredera cordifolia merupakan tanaman yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan aktif tabir surya alami karena adanya kandungan senyawa polifenol serta nilai aktivitas antioksidan yang tinggi pada daunnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai SPF kombinasi ekstrak etanol S. alata dan A. cordifolia (CSA) (1:1 v/v) dan kategori proteksinya. Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro, menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang UV B (290-320 nm) selanjutnya nilai absorbansi yang didapat, dikalkulasi kedalam persamaan matematis Mansur. Penentuan kategori proteksi tabir surya berdasarkan nilai SPF mengacu pada ketentuan Food Drug Administrations (FDA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SPF tertinggi CSA didapatkan pada konsentrasi 600:600 ppm yaitu 20.797 dengan kategori proteksi ultra sedangkan CSA pada konsentrasi 300:200 ppm menunjukkan nilai SPF terendah yaitu 5.228 dengan kategori proteksi sedang. Berdasarkan hasil tersebut, CSA memiliki potensi dikembangkan sebagai bahan aktif tabir surya dengan kategori proteksi sedang hingga ultra.
Copyrights © 2021