Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia masih tergolong cukup tinggi, sehingga pengendalian vektor nyamuk penyebab DBD seperti Aedes albopictus sangat diperlukan. Penggunaan repellent (penolak nyamuk) yang berasal dari bahan alam dapat menjadi solusi untuk menurunkan kasus DBD salah satunya menggunakan buah ketumbar (Coriandrum sativum L.). Buah ketumbar memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat menyebabkan kematian pada nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikannya dalam sediaan lotion kemudian dilakukan evaluasi sehingga dapat diketahui konsentrasi sediaan lotion yang baik. Jenis penelitian ini adalah eksperimental di Laboratorium dengan membuat 4 formula yang terdiri dari F0 sebagai basis lotion, F1 dengan konsentrasi ekstrak ketumbar sebesar 60%, F2 65%, dan F3 70%. Pengujian dilakukan selama 1 bulan terhadap stabilitas fisik sediaan lotion ekstrak ketumbar, pengujian tersebut meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan tipe emulsi. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi sediaan lotion ekstrak ketumbar menghasilkan sediaan yang baik setelah penyimpanan selama 1 bulan pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan konsentrasi ekstrak 70% (formula 3) merupakan formula yang paling baik jika dibandingkan dengan formula yang lainnya, hal tersebut karena memenuhi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, dan uji tipe emulsi, tetapi untuk pengujian daya sebar belum memenuhi standar daya sebar dari sediaan lotion, sehingga belum diperoleh formula yang memenuhi syarat standar dari sediaan lotion secara sempurna.
Copyrights © 2022