Kulit buah kopi arabika memiliki kandungan senyawa antioksidan alami seperti antosianin, beta karoten, polifenol dan vitamin C. Dalam rangka pengembangan pemanfaatan kulit buah kopi peneliti ingin membuat sebagai bahan kosmetik serum wajah yang berfungsi sebagai anti Aging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa kuat aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah kopi arabika (coffea Arabica L.) jika diaplikasikan menjadi serum wajah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Konsentrasi yang digunakan adalah sebesar 1%, 2%, dan 3%. Ketiga formulasi di uji mutu fisik dan uji stabilitas selama 4 minggu yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, dan daya sebar. kemudian uji iritasi pada hewan, dan uji aktivitas antioksidan dengan melihat nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formulasi 2 dengan konsentrasi 2% memiliki uji mutu fisik yang paling baik.. Hasil aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah kopi arabika didapatkan nilai IC50 sebesar 12,739, Vitamin C sebesar 0,515, Fomulasi 1 sebesar 114,164, formulasi 2 sebesar 82,972, formulasi 3 sebesar 55,939. Pada uji anova data yang muncul adalah hasil signifikansi IC50 dari ekstrak, sediaan serum, serta vitamin C sebagai pembanding sebesar 0,000 (p = 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok ekstrak, sediaan serum dan juga vitamin C sebagai pembanding. Kata kunci— Antioksidan, Serum Wajah, Kulit Buah Kopi Arabika, DPPH
Copyrights © 2023