Ketersediaan obat essensial adalah salah satu kunci dalam mencapai jaminan kesehatan. Sehingga obat esensial harus tersedia dalam jumlah dan jenis yang sesuai. Perencanaan merupakan kegiatan seleksi obat untuk menentukan jumlah serta jenis obat. Perencanaan dan pengelolaan obat yang kurang baik akan menyebabkan terjadinya penumpukan obat dan kekosongan stok obat. Antibiotik adalah jenis obat yang vital dan berhubungan dengan anggaran dana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-evaluatif dengan populasi Obat pada Lembar Pemakaiana dan Permintaan Obat (LPLPO) tahun 2019. Sampel yang digunakan adalah lima obat antibiotik dengan konsumsi tertinggi di Puskesmas Tanon 1 Sragen. Evaluasi dilakukan dengan melakukan perhitungan presentase ketepatan pemilihan obat yaitu jumlah item obat yang ada dalam perencanaan dibagi jumlah data yang ada dalam kenyataan selama 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat item obat antibiotik yang belum sesuai dengan Pedoman Depkes R1 2020 dengan nilai standar ketepatan perencanaan obat 100% yaitu Amoksisilin 500 mg (93,08%), Ampicilin 1 gram (94,67) dan Erytromycin sirup (88%).
Copyrights © 2022