Penelitian knowledge boosting dismenore sekunder pada gen Z adalah untuk mengetahui sejauh mana wanita pada rentang usia reproduksi aktif memahami dismenore sekunder sebagai tanda dan gejala resiko penyakit reproduksi wanita termasuk resiko infertilitas (sulit hamil). Dismenore sekunder merupakan nyeri yang muncul karena adanya kelainan pada organ reproduksi wanita, namun seringkali tidak disadari. Telah banyak penelitian yang membahas tentang dismenore primer namun masih kurang pada dismenore sekunder. Studi pendahuluan pada wanita usia 23-27 tahun (Gen Z) dengan cara mengisi google form seputar dismenore sekunder dan gejalanya, dari 30 responden wanita hanya 8 responden yang memahami tentang dismenore sekunder, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada responden gen Z belum memahami tentang dismenore sekunder dan resiko gangguan kesehatan reproduksi yang akan terjadi. Dari sinilah dipandang sangat perlu adanya peningkatan edukasi tentang dismenore sekunder pada gen Z dalam upaya promotif dan preventif kesehatan reproduksi di kalangan mereka. Penelitian menggunakan pra-eksperimental design dengan rancangan one group pretest posttest design. Sampel dengan kriteria inklusi yaitu wanita usia 23-26 tahun, mengalami dismenore saat menstruasi, bersedia mengisi kuisioner pada google form sejumlah 20 pertanyaan dan mengikuti grup edukasi sesuai arahan peneliti. Hasil uji homogenitas fisher sebesar 0.1387 (batas kritis 0.05) menunjukkan bahwa data bersifat homogen dan hasil analisis dengan uji T-paired membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi (t hitung = 13.311 > t tabel = 2.030).
Copyrights © 2023